Cara Menjadi Agen Bubuk Minuman Coklat

Pasti dalam setiap sistem ekonomi terdapat beberapa faktor produksi, yaitu ada produsen, distributor dan konsumen. Selain ketiga faktor tersebut ada pihak lain juga yang masuk kedalamnya, yaitu ada agen, reseller dan suplier serta dropshipper.

Disini kita akan membahas tentang bagaimana menjadi agen yang baik, agen disini berhubungan dengan agen bubuk minuman coklat penjualan bubuk minuman coklat. Mengapa harus ada agen dalam setiap sistem ekonomi, karena agen sangat penting dalam proses penjualan barang dari distributor kepada retail.

Cara menjadi agen bubuk minuman coklat yang pertama kali harus kita pertimbangkan adalah tentang pemilihan harga. Harga grosir pembelian dengan sistem cash lebih dipilih, karena dengan sistem cash mampu memperoleh harga yang murah dibanding dengan sistem kredit.

Namun banyak juga yang memilih dengan sistem kredit walaupun memperoleh bunga tinggi namun pembayarannya dapat diangsur. Dalam menjadi agen bubuk minuman coklat, kita harus memperhatikan besaran discount.

Kegunaan besaran discount untuk agen bubuk minuman coklat yaitu dengan mengecek terlebih dahulu apakah harga bubuk coklat  yang ditawarkan sudah dinaikkan atau tidak, apakah ongkos kirim sudah termasuk dalam perhitungan itu atau belum.

Berat produk, sebagai agen bubuk minuman coklat kita harus mengetahui kejelasan dari bubuk coklat yang akan di kirimkan. Sehingga kita mampu memperkirakan bagaimana cara pengiriman, lewat darat atau laut atau bisa lewat udara, biasanya bubuk coklat bisa di kirim lewat udara untuk menghemat waktu. Bisa juga dikirim lewat laut untuk menghemat biaya. Tergantung dari letak suatu perusahaan yang dibidik..

Biaya transport, sebagai agen bubuk minuman coklat biasanya kurang memperhatikan biaya transport, namun intinya biaya transport berhubungan erat dengan tingkat keuntungan yang didapatkan agen. Bubuk coklat termasuk makanan yang termasuk bahan jadi lebih baik pengiriman ke agen langsung dari perusahaan dengan jasa angkut perusahaan.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah Harga Pokok Pembelian. Harga pokok pembelian adalah penjumlahan harga produk di tambah biaya transport.

Sebagai agen penjualan bubuk coklat pastikan memilih perusahaan yang terpercaya dan bukan perusahaan ilegal. Selanjutnya cara perhitungan sederhananya dapat dilihat dibawah ini.

Calon agen mengetahui bahwa perusahaan bubuk coklat A yang berkedudukan di kota P menawarkan produk grosir dengan rincian sebagai berikut,

100 pcs coklat dengan harga satuannya Rp. 5000. Berat 1 pcs coklat = 10 gr.

Discount 20 %. Dengan biaya kirimnya Rp. 10.000/kg.

Jadi invoice ( surat penagihan yang dikeluarkan oleh pihak penjual) perusahaan bubuk coklat A sebagai berikut.

[(100 x Rp. 5000) – discount 20 %] = Rp. 480.000

Untuk biaya transportnya sendiri

10 gr x 100 pcs = 10 kg

10 kg x Rp. 20.000 = Rp. 200.000

Jadi harga pokok pembelian selurunya

Rp. 480.000 + Rp. 200.000 = Rp. 680.000

Harga pokok pembelian persatuannya adalah

Rp. 680.000 / 100 = Rp. 6800

Dengan demikian yang kita lihat sebagai agen pemula adalah harga pokok pembeliannya. Jika harga pokok pembelian lebih rendah maka harga perolehan kita lebih tinggi dan begitu juga sebaliknya. Sebaiknya kita tidak menaikkan harga jual produk di atas harga resmi yang ditetapkan produsen. Pemilihan lokasi pengambilan produk yang tepat sangat menentukan daya saing penjualan kita. [jakartapowder.com]

Share
JAKARTAPOWDER.COM - PD. ANEKA RASA © 2015