Strategi Yang Dapat Diterapkan Dalam Usaha Jual Bubuk Nyoklat Di Pedesaan

ice chocolate powder

Franchise jual bubuk nyoklat, pasti banyak yang belum mengerti arti dari franchise, apa sih sebenarnya yang disebut dengan franchise. Franchise dalam bahasa Indonesia, istilah franchise biasanya dikenal dengan waralaba. Waralaba sendiri adalah sebuah metode dalam sistem distribusi barang atau jasa. Metode ini termasuk hubungan kerjasama antara dua orang yang satu berlaku sebagai franchisor (pemilik usaha) dan satunya lagi menjadi franchisee (pemilik modal/investor).

Salah satu usaha dengan modal kecil saat ini banyak digandrungi oleh para mahasiswa, karyawan swasta sampai ibu rumah tangga. Salah satu usaha franchise atau waralaba yaitu, franchise jual bubuk nyoklat. Usaha ini biasanya memerlukan modal kecil kurang dari 10 juta dan bisa dibuat sebagai usaha sampingan disisi lain usaha atau pekerjaan utama yang dijalankan.

Setiap usaha harus ada strategi yang diterapkan dalam usahanya, karena strategi menentukan keberhasilan atas suatu usaha yang didirikan, termasuk juga jual bubuk nyoklat. Strategi harus bertumpu kepada variabel-variabel usaha yang termasuk didalamnya yaitu, Produk, price, place, promotor, different, dan selling.

Bagaimana strategi usaha yang pas diterapkan dalam franchise jual bubuk nyoklat , akan diberikan sedikit cara penerapan strateginya yang membidik masyarakat desa sebagai konsumen.

  1. Mulai dari produk, produk disini adalah usaha jual bubuk nyoklat, dalam usaha ini produknya harus jelas, halal dan bisa diterima dalam lingkungan masyarakat desa yang dibidik sebagai agen pembeli. Sehingga produk diharapkan mampu menarik masyarakat desa untuk membeli produk tersebut dengan tanpa paksaan.
  2. Selanjutnya price atau harga jual bubuk nyoklat haruslah cocok dengan kantong pelanggan atau konsumen yang dibidik. Membidik konsumen di daerah pedesaan yang mayoritas masyarakatnya berpenghasilan rendah atau rata-rata, maka harga yang diterapkan haruslah dibawah 10 ribu. Karena harga tersebut adalah cocok dengan penghasilan masyarakat desa, jangan sekali-kali mencoba menerapkan harga yang sangat tinggi pada awal penjualan karena bisa membuat konsumen kapok dalam pembelian selanjutnya.
  3. Strategi jual bubuk nyoklat selanjutnya adalah dalam place atau tempat ini termasuk dalam strategi penting karena tempat usaha yang pas dapat menentukan keberhasilan usahanya. Misalkan tempat usaha yang dibidik adalah di pedesaan yang ditujukan untuk orang desa, maka carilah tempat di daerah pedesaan yang tempatnya dapat terjangkau oleh masyarakat bidikan. Tempat anak-anak bermain dan tempat biasa orang berkumpul, misalkan dekat lapangan dan dekat jalan raya.
  4. Promotor atau promosi yang dilakukan dalam franchise jual bubuk nyoklat yaitu dengan sistem pemasangan spanduk depan kedai tersebut. Bisa juga secara langsung yaitu melalui mulut ke mulut langsung, karena daerah pedesaan identik dengan masyarakatnya yang sederhana. Dengan demikian, tidak pas menerapkan promosi melalui iklan atau melalui media massa.
  5. Different, keunikan usahanya. Minuman berbahan coklat ini harus dibuat unik. Unik yang bagaimana yaitu unik pembuatannya dan dalam penyajiannya. Unik pembuatannya dibuat sekreasi mungkin dan penyajiannya dibuat sekreatif mungkin juga, sehingga pembeli akan tetap membeli menjadi pelanggan tetap dan pelanggan tetap akan menarik konsumen lain untuk membeli disitu.
  6. Selling, bagaimana penjualan kita dalam franchise jual bubuk nyoklat. Proses penjualan dilingkungan masyarakat desa haruslah mampu menarik konsumen dengan sopan santun dan lemah lembut. Karena apa, masyarakat desa sangat identik dengan kesopanan dan keramahan, maka proses penjualan harus di ikuti dengan tradisi kesopanan dan keramahtamahan yang ada dalam masyarakat desa. [jakartapowder.com]
Share
Updated: January 23, 2017 — 4:33 am
JAKARTAPOWDER.COM - PD. ANEKA RASA © 2015